Kuninganisme

Kuninganisme

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 06 Maret 2017

Meet Gustavo, Bule asal Brazil yang Tripping ke Kabupaten Kuningan

14.26 0
September tahun 2015, hampir dua tahun silam gua kedatangan tamu dari Brazil, negeri nya para pesepak bola ternama lahir. Ya, dia adalah Gustavo... ๐Ÿ˜’ Euuum (dafuk! gua lupa namanya lengkapnya), yaah sebut saja Gustavo Pereyra de Souza!.. ๐Ÿ˜

Ceritanya, gustavo yang seorang mahasiswa yang mengambil jurusan Hubungan International ini menjadi korban perdagangan mahasiswa ๐Ÿ˜ (college trafficking), dan mendapat kesempatan berharga untuk bisa berkunjung dan belajar di salah satu kampus ternama di Indonesia.. 

Dia (Gustavo) sendiri merupakan kenalan dari sohib gue yang bawel. Hingga pada sore hari tanggal 29 September, beberapa hari setelah idul adha dia datang kerumah dengan temen gue yang bawel itu dan ngenalin gue sama Gustav (panggilan akrab kami). Dia pun menyapa gua, meskipun pada awal-awal gua sempat gapap dan speechless, secara ini kali pertama gua berhadapan sama bule yang boleh dibilang seumuran, hehe ๐Ÿ˜….. 

Kami pun mulai berbincang dan yang paling gua inget yaitu pas gua cerita ke dia bahwa gue baru aja ditolak sama cewek yang gue tembak, dengan ekspresi wajahnya yang kurang mengena itu dia dengan santainya ngomong "kasihan" ๐Ÿ˜”.. Seketika itu juga temen gue yang membawanya tertawa terbahak-bahak.. Yaa, meskipun itu hal yang wajar, sebagai pemuda yang berumur 19 tahun, Gustavo terlihat lebih bijaksana dibandingkan dengan umur muda nya tersebut, setikanya itulah kesan pertama gua terhadapnya.

Kedatangan Gustavo tentu saja membuat seisi keluarga gua kaget, terutama adek gua yang terlihat begitu antusias atas kedatangan bule latin tersebut. Yang gue harepin sih, adek gue mau belajar dan lebih berani ngomong english (anggep aja english native speaker tapi dari amerika latin,, ๐Ÿ˜ƒ hehe). Cuman sayangnya si Gustav ini sudah lancar berbahasa Indonesia, meskipun dia belum genap tinggal di Indonesia selama satu tahun. 

Mengingat masa studi yang hampir berakhir itulah dia menyempatkan diri untuk lebih mengenal beberapa daerah di Indonesia khususnya pulau jawa, lebuh khusus lagi Kabupaten Kuningan, di kota kecil ini dia tinggal dirumah temen gua, orang yang ngebawanya ke Kuningan. Meskipun gua berharap dia mau tinggal dirumah gua, tapi karena keterbatasan waktu dia cuma bisa tinggal di Kuningan selama dua hari satu malam.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat, dan karena baru saja pulang tripping dari Curug Ciputri dan Taman Hutan Kota Mayasih mereka pun pulang ke rumah temen gua tersebut. Malam harinya kita janjian ketemuan di Taman Kota Kuningan, disinilah awal cerita gua jadi tour guide dadakan. Di TamKot Kuningan ini gue cerita beberapa hal termasuk ngenalin dia sama si Windu, monumen Patung Kuda Kuningan yang sudah direnovasi. 

Dari Tamkot Kuningan, kami pun berencana untuk istirahat dan makan malam. Oleh karena itu kami pergi ke rumah makan pecel lele, disana dia memesan bebek goreng dengan sedikit nasi, hal yang nggak gue kira dan baru terpikirkan bahwa dia juga makan nasi.. ๐Ÿ˜‚ Sepulang dari makan malam kami pergi ke Tamkot Kuningan lagi untuk mencoba wahana sepeda mobil dengan ornamen-ornamen lampu yang mengelilingi body mobilnya.

Keesokan harinya, karena temen gue ada acara jadi dia nggak bisa nemenin Gustavo dan harus keluar kota sampai sore hari. Jadilah seketika itu juga gua jadi tour guide dadakan lagi. Gua dateng kerumah temen gue sekitar jam 10an, disana Gustavo baru saja bangun dan masih belum siap-siap ๐Ÿ˜’. Setelah semua perlengkapan siap, kami pun pergi dulu ke swalayan terdekat untuk membeli tiket kereta api. Setelah membeli tiket kereta api tersebut, kami menuju Pandapa Paramarta Kuningan, dan untungnya disana sedang ada acara musikal kebudayaan sehingga membuat liburan makin seru.

Perjalanan pun kami lanjutkan lagi menuju Taman Dahlia yang letaknya tidak jauh dari Pandapa Paramarta Kuningan dan tepat berseberangan dengan depan Kantor Bupati Kuningan. Ditaman ini terdapat monumen Adipura, sebuah monumen atas penghargaan yang diberikan kepada kota yang dinilai paling bersih dan rapi. Gustav terlihat begitu menikmati udara yang sejuk di taman ini dan terlihat antusias dengan penataan taman yang kecil namun rindang ini. ๐Ÿ˜

Dari Taman Dahlia, kami menuju rumah makan untuk makan siang. Namun karena rumah makan yang kami tuju terlalu banyak antian maka kami mencari makan ditempat lain. Karena panas matahari yang sudah semakin terik ๐Ÿ˜ฐ, kami pun berencana pulang kerumah, kebetulan rumah gue dekat dengan Taman Kota Kuningan maka untuk terakhir kalinya kami mengunjungi Tamkot Kuningan sembari berfoto ria dan membeli minuman disana.

Sesampainya dirumah gue, Gustavo langsung istirahat dan terlelap dengan pulas-nya ๐Ÿ˜ช. Sekitar satu setengah jam sesudahnya, temen gue yang bawel tersebut dateng dari luar kota dan berencana menjemput Gustav karena harus pulang ke Yogyakarta malam harinya. Kami pun berbincang sesaat sembari menunggu Gustav bangun. Akhirnya setelah Gustavo bangun, merekapun pulang ke rumah temen gue dan bersiap-siap untuk berkemas pulang. 

.....

Beberapa bulan setelahnya, gustavo kembali ke Kuningan dan kerumah gue untuk pamitan karena masa studinya sudah berakhir. Dia pun memberikan kenang-kenangan foto kami dan tulisan yang dia tulis sendiri, adios Gustavo ๐Ÿ˜ญ:


Read More

Welcome to Shady Kuningan, Selamat Datang di Kuningan Asri, Feel the Freshness

09.49 0
Monumen Ikan Dewa di Kabupaten Kuningan
Semilir angin berembus sejuk menerpa pepohonan, dinginnya hujan siang tadi seakan merasuk dikeheningan senja. Itulah sekilas suasana keseharian kolam ikan dan Sumur Tujuh Cibulan, Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Warga setempat menamai hewan keramat yang hidup di air Bening itu sebagai ”ikan dewa” atau ikan kancra bodas (Tor Douronensis) dalam bahasa setempat. Sejumlah wisatawan asyik berenang di kolam, bercengkerama dengan ikan-ikan langka bersisik besar yang bentuknya panjang mirip perpaduan ikan mas dan ikan arowana.

Ikan Kancra Bodas atau Ikan Dewa, mungkin tidak semua warga Indonesia mengetahui keberadaan ikan tersebut. Ikan Dewa yang menjadi ciri khas Kabupaten Kuningan ini menjadi simbol dipintu gerbang masuk Kabupaten Kuningan. Ikan dewa yang suka bergerombol itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu di kolam Cibulan ini memiliki perkembangbiakan yang lambat, tetapi tingkat kematiannya rendah. ”Setiap tahun ikan itu ada yang mati, satu atau dua,” ujar Iman Sariman (31), juru kunci atau kuncen Sumur Tujuh Cibulan.

Ikan Dewa di Cibulan
Simbol air yang menopang ikan Dewa ini menggambarkan bahwa Kabupaten Kuningan merupakan kota yang berlimpah akan airnya. Dengan komitmen sebagai Kabupaten Konservasinya, maka air yang ada mampu memberikan kehidupan masyarakat bukan hanya di Kuningan saja melainkan hingga ke Cirebon bahkan nantinya hingga ke Brebes Jawa Tengah.

Selain terkenal dengan kuliner dan sumber air-nya, Kabupaten ini juga memiliki banyak destinasi wisata alam yang harus kalian kunjungi lho. Itulah secuil gambaran umum salah satu keanekaragaman hayati di Kabupaten Kuningan, untuk lebihnya di blog ini saya tulis (semoga informatif :D) beberapa destinasi wisata yang menjadi alasan mengapa kalian harus berlibur di Kabupaten Kuningan.


"Welcome to Shady Kuningan, 
Selamat Datang di Kuningan Asri, 
Feel the Freshness"
Read More

Post Top Ad